Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Jumat, 05 Februari 2021

Viral Perut Balita Dibedah Isinya Korek Api, Ini Faktanya

Viral Perut Balita Dibedah Isinya Korek Api, Ini Faktanya

Viral Perut Balita Dibedah Isinya Korek Api, Ini Faktanya

Video memuat gambar sejumlah dokter melakukan operasi di ruang bedah tengah viral di fasilitas sosial. Lewat operasi itu, tim dokter mengeluarkan benda-benda tak umum berasal dari didalam perut pasien seperti korek api, bungkus makanan, baterai, sampai gunting.

Video itu mencantumkan keterangan gambar diambil alih oleh seorang dokter di RS Bedah Surabaya. Para dokter bedah disebut terlibat didalam operasi pengangkatan benda-benda asing itu.

Selain itu, pasien yang dioperasi diklaim merupakan balita umur empat tahun. Pada bagian akhir keterangan tercantum pesan untuk perhatikan balita pas tengah bermain.

Berikut bunyi keterangan didalam unggahan itu: 

Kiriman video berasal dari seorang Dokter pas melakukan operasi terhadap seorang balita berusia 4 thn di RS Bedah Surabaya.

Dalam perut anak tsb ditemukan lebih dari satu benda diantaranya :

- Korek Api

- Batere

- Uang mainan

- Gagang sendok

- Bungkus Madurasa

- dll

Mohon sempatkan untuk nonton video tsb, agar bpk / ibu yg memiliki balita/cucu untuk tidak begitu saja meninggalkannya pas tengah bermain sendirian. 

Terkait video tersebut, pihak RS Bedah Surabaya memberi tambahan klarifikasi. Pengelola membuktikan video itu tidak diambil alih di Manyar Medical Center yang merupakan salah satu tempat tinggal sakit bedah di Surabaya.

" Jadi, di tempat tinggal sakit kami tidak ada untuk masalah operasi ditemukan benda-benda seperti itu," ujar Kabag Pelayanan Medika RS Manyar Medical Center, dr Mira,

Mira menyatakan klarifikasi kudu disampaikan mengingat video berikut mencantumkan keterangan yakni diambil alih di RS Bedah Surabaya. Tetapi, kata dia, pihak tempat tinggal sakit tidak merencanakan melaporkan video tersebut.

" Video berikut tidak jelas gara-gara tidak mencantumkan nama dokternya. Kalau apabila video berikut mencantumkan nama dokternya maka mampu kami klarifikasi kepada dokternya," kata Mira.

Jawaban senada termasuk disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita. Dia membuktikan video berikut tidak berlangsung di Surabaya.

" Tidak benar," kata dokter yang akrab disapa dr Feni ini.

sempat melakukan penelusuran tentang video tersebut. Video yang mirip ditemukan di lebih dari satu web site dan akun, namun mencantumkan th. yang tidak serupa yakni 2017.

Laman kesimpulan berita hoaks sempat menganalisis video ituawal 2018 lalu. Laman itu menyatakan fakta didalam video itu sebetulnya benar terjadi.

Tetapi, operasi tidak berlangsung di RS Bedah Surabaya melainkan di RSUD dr Soebandi Jember. Video itu disebutkan diambil alih terhadap Juli 2017.

Selain itu, pasien yang dioperasi bukanlah balita umur 4 tahun. Tetapi, pasien berikut adalah pria 30 th. bernama Hendro Wijatmiko, warga Desa Kilensari, Panarukan, Situbondo, Jawa Timur.

Media sosial tengah diramaikan kisah pendaki wanita yang terkena hipotermia pas berada di atas gunung. 

Cerita itu dibagikan oleh account instagram @willykurniawanid. Lewat postingannya, Willy membuktikan sebuah foto tangkapan layar memuat komentar seorang pendaki.

Komentar itu berisikan pengalaman pas mendaki Gunung Rinjani, Lombok, NTB. Menurut kisahnya, pas itu ada seorang pendaki wanita yang mengalami hipotermia sampai nyaris meninggal.

Meski telah coba berbagai cara namun kondisinya senantiasa tak membaik. Akhirnya perempuan itu terpaksa ditolong bersama dengan cara yang menjurus ke arah asusila. 

" Yg paling darurat kecuali sdh sampai langkah hipo kudu dise***. Gw dulu ada masalah cwek hipotermia nyaris meninggal di gunung Rinjani, segala cara udh dicoba tpi cewek ini gak membaik, kelanjutannya ada anak mapala yg berpengalaman yg nyaranin untuk me*** cewek ini agar suhu tubuhnya hangat, kelanjutannya tidak benar satu tman dkatnya cowoknya menyetubuhi cewek trsbt. Yg lucunya kami ada 20 org nungguin di luar tenda smbil nunggu si cowok melakukan itu, sambil mnum kopi. Alhamdulillah stelah itu cewek itu terselamatkan." Tulis seorang pendaki.

Hipotermia sendiri adalah penurunan suhu tubuh yang berpotensi berbahaya.

Biasanya disebabkan oleh paparan suhu dingin yang berkepanjangan.

Lalu benarkah metode skin to skin adalah bersama dengan persetubuhan?

Melansir Fan Page Gunung Lawu 3265 Mdpl, Faktanya, sebetulnya ada metode mirip namun tak sama, bukan artinya " disetubuhi" .

Metode berikut adalah " Skin to Skin Care" (SSC) atau yang dikenal termasuk bersama dengan nama " Kanggaroo Care" .

Tapi metode berikut cuma mampu dilakukan apabila telah tidak ada lagi cara lain, untuk menghangatkan korban yang terkena serangan hipotermia atau lebih-lebih telah didalam suasana darurat.

Kalau cara di atas tidak bekerja, cara paling akhir adalah metode skin to skin. Tapi, bukan bersama dengan mengajak korban berhubungan badan.

Jangan jadi mencari kesempatan didalam kesempitan. Metode " skin to skin" yang diperbolehkan adalah bersama dengan saling berpelukan, apabila di didalam sleeping bag untuk mengembalikan suhu badan ke angka normal.

Yang kudu diingat metode ini dilakukan antar orang bersama dengan type kelamin yang sama. Cowok bersama dengan cowok. Cewek bersama dengan cewek.

Bukan jadi dicampur-campur. Karena itu, pas hendak mendaki berkelompok, pastikan didalam rombongan ada cewek lebih berasal dari 1 agar mampu menolong didalam metode skin to skin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot