Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Rabu, 10 Februari 2021

Terkejut Setelah Mengenal Sosok Penjual Nasi di Depan Kuburan Waktu Subuh

Terkejut Setelah Mengenal Sosok Penjual Nasi di Depan Kuburan Waktu Subuh

Terkejut Setelah Mengenal Sosok Penjual Nasi di Depan Kuburan Waktu Subuh

Di didalam rezeki kita, ada rezeki orang lain. Begitulah yang dipercayai seorang pemuda Malaysia bernama Ahmad Ariff Firdaus Ahmad Taufik ini.

Pemuda yang lebih akrab disapa Ariff ini bercerita selagi sharing rezeki kepada seorang penjaja nasi lemak terhadap pagi Subuh pekan kemarin.

Waktu itu Ariff didalam perjalanan dari rumahnya di Ayer Molek, Melaka, ke daerah kerjanya di sebuah pabrik di Ayer Keroh.

Di hari Jumat pagi itu, dia lihat lapak milik seorang kakek penjaja nasi lemak udah buka. Padahal jam masih lebih kurang pukul 4.30 pagi.

" Ini pertama kali aku datang ke lapak nasi lemak kakek itu, dikarenakan selama ini aku sering memanfaatkan jalur alternatif di Jalan Duyung.

" Sejak November tahun lalu, lebih dari 700 karyawan dibagi didalam dua shift. Pagi terasa jam 6 pagi, dan sore jam 3 untuk shift ke dua," katanya Ariff memulai kisahnya.

Jadi, hari itu Ariff kebetulan dapat shift pagi, jadi dia terasa berangkat pukul 5 pagi. Dia lantas memastikan datang ke lapak nasi lemak dikarenakan lapar.

Ariff menjelaskan jalur alternatif ke daerah kerjanya sebenarnya lebih jauh dibandingkan Jalan Ayer Molek yang melewati lapak kakek berusia 60an itu.

Tapi jalur yang melewati lapak kakek berikut sepi dan sedikit gelap meski udah pagi. Apalagi dia juga sering bersua dengan babi hutan yang melintas di jalan.

" Rumah kakek itu juga berhadapan langsung dengan kompleks kuburan yang berdiri di selama jalur lebih kurang 700 meter. Jadi, didalam kondisi gelap, lebih baik aku lewat jalur yang lebih nyaman," ujar Ariff yang menetap di Ayer Molek sejak 2017.

Namun, terhadap hari itu, pemuda 29 tahun asal Bandar Baru Bangi, Selangor ini tergerak hatinya untuk melintas jalur di depan lapak kakek penjaja nasi lemak itu.

Bukan cuma itu, pria beranak satu ini juga itu juga menginginkan bersedekah dengan membeli sejumlah nasi lemak bungkus kepada kakek tersebut.

Dengan duit 50 ringgit (Rp172 ribu) di dompet, Ariff bilang senang membeli nasi lemak 30 ringgit dan sedekahkan kepada kastemer lain yang datang.

Ternyata dengan cuma membayar 30 ringgit, Ariff udah dapat 20 bungkus nasi lemak yang siap untuk disedekahkan.

" Saya juga membeli dua bungkus untuk aku makan di daerah kerja. Namun selagi aku ulurkan uang, kakek itu serahkan kembalian. Jadi dia cuma ambil 30 ringgit untuk nasi lemak yang aku hendak sedekahkan.

" Saya terharu dikarenakan kakek itu balik sedekah ke aku dua bungkus nasi lemak. Padahal tekad aku bersedekah, kakek itu jadi sedekah ke saya," kata Ariff.

Ariff yang merupakan manajer tehnis memuji kemurahan hati Laki-laki lanjut umur itu di sedang susahnya melacak rezeki selama pembatasan sosial yang disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).

" Walaupun PKP, kakek itu tetap berupaya bangun pagi-pagi sekali untuk melacak rezeki. Katanya, nasi lemak istrinya yang masak, di lapak itu dia dibantu anak lelakinya yang juga bersiap ke daerah kerja.

" Kenapa aku bersedekah meski di tangan cuma ada 50 ringgit saja? Sebab aku percaya kalau kami sharing rezeki dengan orang, insyaAllah rezeki kami bakal diperluas.

" Walaupun aku tahu lapak kakek itu dekat kuburan dan jalur yang lebih gelap, ada babi hutan melintas... tapi dikarenakan sikap kakek itu yang ramah dan pemurah, dan juga nasi lemak yang sedap, insyaAllah aku bakal datang lebih sering ke lapaknya setelah ini," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot