Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 18 Februari 2021

Lewat Hutan dekat Kebun Sawit, Pelajar Demam Ketemu Kuntilanak di Ujung Jalan

Lewat Hutan dekat Kebun Sawit, Pelajar Demam Ketemu Kuntilanak di Ujung Jalan

Lewat Hutan dekat Kebun Sawit, Pelajar Demam Ketemu Kuntilanak di Ujung Jalan

Setelah viral kisah gadis kerasukan akibat membawa pulang batu sungai, kini keluar lagi satu cerita seram tentang problem kuntilanak di Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Menurut Kuya Azlan Azkil yang dibesarkan di kawasan itu, kisah-kisah mistik bagaikan sudah biasa di kampung halamannya.

Baru-baru ini dia menceritakan lagi kisah yang terjadi kurang lebih lima tahun lalu. Ketika itu dia masih di sekolah menengah.

Pemuda yang sekarang berusia 21 tahun itu ingat betul, dia perlu lewat hutan dekat kebun sawit terhadap pagi-pagi sekali, kurang lebih jam 5, untuk pergi ke sekolah.

Pada hari kejadian, dia mulanya diganggu dengan bunyi aneh sebelum saat keluar sosok yang dia percaya kuntilanak di pinggir jalan hutan tersebut.

" Saya tinggal di kampung, terkecuali ke sekolah jauh. Saya sekolah pagi, perlu lewat hutan. Meski sudah pagi, namun masih gelap.

" Saat lewat jalan hutan dekat kebun sawit, samar-samar dengar bunyi-bunyi seperti orang terjadi di atas rumput. Awalnya saya tak merasa takut, jadi saya biarkan saja.

" Makin lama semakin jelas mendengar orang terjadi di samping saya. Saya juga merasa tersedia orang tengah mengawasi berasal dari rimbunan pohon kelapa sawit," katanya.

Karena sudah jadi biasa dengan kisah-kisah mistik di kampungnya, Kuya tidak begitu mengacuhkan problem bunyi yang dialaminya.

Bahkan, dia senantiasa berpegang teguh kepada nasihat ibunya sehingga tidak panik terkecuali berhadapan kejadian-kejadian mistik.

" Saya teruskan perjalanan. Setelah lima kilometer berjalan, saya keluar tersedia sosok duduk sambil menangis di pinggir jalan. Rambutnya panjang, bajunya lusuh.

" Tapi saya ingat pesan Ibu, jangan lari... Saya hanya teruskan terjadi dan baca doa. Waktu itu saya seorang diri. Semua kakak saya sudah pergi sekolah.

" Dalam lima langkah saya lihat tersedia beberapa ekor anjing besar di depan. Saya baca ayat Kursi dan lempar batu. Setelah itu saya lari sampai di halte bus," katanya.

Menurut pemuda yang sudah bekerja di Kuala Lumpur ini, kejadian terhadap pagi sehabis Subuh itu membawa dampak tubuhnya mengalami demam.

Dia juga menceritakan kejadian menyeramakn yang dialaminya kepada ibunya sehabis pulang sekolah.

" Saya pulang dan segera cerita ke Ibu. Badan saya demam. Sebenarnya pas naik bus ke sekolah saya sudah demam.

" Di kawasan kampung saya sesungguhnya banyak bukit dan hutan. Bahkan di depan kampung saya tersedia kuburan," pungkas Kuya.  Pokermulia Poker online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot