Kisah Pengantar Jenazah Lihat Warga Desa Bawa Keranda, Saat Disapa Wajahnya...
Setiap kali bertemu mobil jenazah, pemuda bernama Ikhwan ini tentu dapat merasakan kengerian berasal dari perihal yang menimpanya setahun lalu.
Masih segar dalam ingatan pemuda Malaysia itu kala mengantar jenazah seseorang yang meninggal di rumah sakit dan dibawa ke masjid di dekat rumahnya.
Namun jenazah tersebut masih harus diantarkan ke area lain karena tidak tersedia wakil atau pakar warisnya yang ada di masjid tersebut.
Saat itulah seorang bapak bernama Haji Abu mengajak Ikhwan mengantarkan jenazah itu berasal dari Bintang Alor, Kedah, ke Bentong di Pahang.
Haji Abu mengajak Ikhwan karena kala itu tidak tersedia wakil atau pakar waris berasal dari jenazah tersebut yang ada di masjid.
Awalnya Ikhwan agak enggan karena menjadi tersedia orang lain layaknya panitia masjid yang bisa menemani Haji Abu untuk mengantarkan jenazah.
“ Tapi karena mengingat Haji Abu udah aku anggap layaknya bapak aku sendiri, aku setuju,” ujarnya.
Saat dalam perjalanan, perut Ikhwan tiba-tiba menjadi lapar. Dia pun menghendaki Haji Abu singgah di rest area untuk belanja makanan.
Saat itu, jam menunjukkan pukul sebelas malam. Setelah belanja makanan, Ikhwan kembali ke mobil jenazah.
Betapa terkejutnya Ikhwan disaat dia menyaksikan pintu belakang mobil jenazah udah dalam keadaan terbuka lebar.
Sambil setengah berlari, Ikhwan memberitahu Haji Abu tentang pintu mobil jenazah yang terbuka. Waktu itu Haji Abu tidak bilang apa-apa, dan langsung menutup pintu belakang mobil jenazah.
Pada kala itu, Ikhwan tidak ragu dengan keadaan tersebut. Tetapi, tidak lama setelah melanjutkan perjalanan, tiba-tiba terdengar suara seolah-olah tersedia orang berkata dengan suara berbisik.
" Yang paling menyeramkan, tersedia lebih dari satu suara berbeda yang seolah saling berbisik di bagian belakang mobil jenazah.
" Saya menoleh, dan menyaksikan ke keranda sebelum saat memberi menyadari Haji Abu tentang apa yang aku dengar," katanya.
Haji Abu kemudian secara spontan menghentikan mobil jenazah di bahu jalan. Dia menutup mulutnya dan juga memperingatkan Ikhwan sehingga tidak serampangan mengkaji apa yang didengar.
Saat itu, tiba-tiba mobil jenazah itu bergoyang seolah-olah tersedia yang mengguncangnya. Ikhwan tambah kekhawatiran kala menyaksikan melalui kaca spion, tersedia dua makhluk melompat-lompat di atas atap mobil jenazah.
" Saat itu aku hendak kabur, tetapi Haji Abu memegang tangan aku erat-erat sebelum saat dia meneriakkan azan sekeras yang dia bisa… Kedua makhluk itu berangsur-angsur menghilang," ujarnya.
Sesampai di Bentong, Haji Abu memastikan untuk pakai jalan desa karena lebih cepat. Meski ketentuan tersebut tidak membuatnya tenang mengingat kala menunjukkan jam 2.30 pagi.
Namun Ikhwan cuma patuh karena ingin langsung sampai di area tujuannya. Dia udah tidak mau kembali mengalami bermacam gangguan aneh dan seram di sepanjang perjalanan.
Tetapi kengerian menjadi melanda kala Ikhwan menyaksikan keadaan jalan yang sepi dan gelap. Jalan desa itu cuma mengandalkan sinar berasal dari lampu mobil jenazah.
" Dalam kegelapan, tiba-tiba berasal dari kejauhan kita menyaksikan rombongan penduduk desa berjalan menggotong keranda. Saya menjadi aneh. Berbagai pertanyaan aku tujukan kepada Haji Abu.
" Tapi Haji Abu tidak menjawab satupun berasal dari pertanyaan-pertanyaan itu. Saya jadi menyaksikan mulutnya membaca ayat-ayat Alquran. Saya sendiri pada akhirnya membaca ayat Kursi berulang kali," kata Ikhwan.
Apa yang tidak bisa Ikhwan lupakan disaat mobil jenazah lewat rombongan penduduk itu. Saat Ikhwan menyaksikan mereka, dia terperanjat karena mereka semua tidak miliki wajah yang sempurna.
" Haji Abu langsung memacu mobil jenazah disaat menyaksikan aku udah pucat karena ketakutan. Dia bilang aku demam lebih dari satu hari setelah perihal itu.
" Alhamdulillah, tidak tersedia hal tidak baik yang berjalan dan jenazah dikuburkan dengan selamat ... Saya baru saja memberi menyadari Haji Abu jika aku tidak mau ikut kembali (mengantar jenazah) setelah ini,” katanya. Pokermulia Poker online


Tidak ada komentar:
Posting Komentar