Kata Ilmuwan Soal Kekuatan Vaksin Atasi Virus Covid-19 yang Sudah Bermutasi
Munculnya varian baru virus Sars-CoV-2 atau Covid-19 membawa dampak kekhawatiran publik bersama dengan keampuhan vaksin yang udah diproduksi. Diketahui virus baru ini berkembangan sesudah para ahli dan pabrik farmasi produksi vaksin anti-Covid-19.
Pakar biologi molekuler berasal dari Harvard Medical School, Amerika Serikat, Ahmad Rusdan Utomo, melalui account Instagram @ahmadrusjdan, menjelaskan, konsep vaksinasi ini dijalankan bersama dengan banyak cara. Misalnya gunakan protein virus yang dimatikan, materi genetik yang dibawa oleh protein tanduk (spike) virus, atau adonovirus yang mempunyai materi genetik virus.
“ Setelah diinjeksi ke manusia, kelanjutannya timbul antibodi sebagai reaksi pada protein spike,” kata dia.
Saat antibodi mengenali antigen—protein spike—ada titik yang khusus di wilayah protein tanduk virus, yaitu epitop. Epitop ini adalah wilayah titik antigen dan antibodi berikatan. Ada empat epitop yang dikenali oleh antibody manusia. Saat antibody dapat mengikat protein spike.
“ Saat antibodi dapat mengikat protein spike, pasti dapat menahan ikatan (spike) bersama dengan reseptor manusia. Di sinilah konsep vaksin,” kata dia.
Terkait kemampuan vaksin, lebih-lebih protein tanduknya, saat virus COVID-19 bermutasi, Ahmad menyebutkan antibodi pasti tak dapat mengenali satu tanduk yang udah bermutasi.
“ Akan tetapi, ingat, tersedia kurang lebih tiga antibodi. Tiga ini mengenali epitop yang masih normal dan belum bermutasi,” kata dia.
Dengan begitu, kekebalan tubuh itu diinginkan dapat mendeteksi COVID-19 dan menghalanginya masuk ke tubuh.
“ Data-data yang tersedia sekarang berasal dari beraneka macam variasi mutasi varian berasal dari COVID-19. Sejauh ini masih dapat diblok,” kata Ahmad.
Ahmad sangat percaya vaksin Covid-19 yang tersedia waktu ini dapat menahan terjadinya penularan pada relawan. Dikatakan bahwa keefektifannya melebihi 90 persen.
“ Enam puluh lima hingga Sembilan puluh lima efektif,” kata dia.
Namun, lanjut Ahmad, dia tak dapat memastikan kemampuan vaksin ini menahan penularan kepada orang lain berasal dari seseorang yang udah mendapatkan injeksi.
“ Kita tidak tahu, oleh sebab itu perlu bagi kami semua untuk selamanya gunakan masker apalagi sesudah divaksin,” kata dia. Pokermulia Poker online


Tidak ada komentar:
Posting Komentar