Jokowi Sebut Pahlawan Pembangunan Trans Papua untuk Korban
Presiden Joko Widodo menyatakan para pekerja proyek infrastruktur Trans Papua adalah pahlawan. Para pekerja itu, lanjut Jokowi, bertaruh nyawa demi terwujudnya pembangunan di wilayah timur Indonesia.
" Marilah kami bersama berdoa supaya para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di segi Tuhan Yang Maha Esa," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta,
Demi mewujudkan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat, Jokowi memastikan pembangunan di Papua tidak dapat berhenti. Jokowi terhitung menyatakan tidak gentar bersama teror apapun.
" Sekali lagi dambakan aku sampaikan bahwa pembangunan Trans Papua tetap, konsisten dijalankan, diteruskan. Tidak dapat berhenti," kata Jokowi.
Presiden pun mengakui pembangunan di Papua tidaklah mudah. Selain kondisi geografis, keamanan jadi keliru satu tantangannya.
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut korban pembunuhan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, sebanyak 20 orang. Sebanyak 19 orang di antaranya adalah pekerja pembangunan jembatan.
" Informasi waktu adalah 20. 19 Pekerja, dan 1 bagian TNI yang gugur," jelas Tito waktu mengimbuhkan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta,
Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan, pekerja proyek di Nduga, Papua di serang grup kriminal bersenjata (KKB) pada Sabtu, 1 Desember 2018. Kelompok selanjutnya di bawah kepemimpinan, Egianus Kogoya.
Sehari kemudian, KKB menyerang pos TNI di Distrik Mbua, Papua. Pos selanjutnya dibangun TNI untuk memelihara pekerja proyek infrastruktur di kawasan Nduga.
" Itu (pos TNI) terhitung diserang. Kekuatan 21 orang diserang. Setelah itu berlangsung perlawanan dan mereka (TNI) mundur, tetapi sempat satu orang gugur. Kita belum jelas di pihak mereka (KKB) kemungkinan terhitung udah ada korban terhitung tetapi waktu ini pengejaran dilakukan," paparnya.
Jokowi bercerita pengalamannya disaat memantau pembangunan Trans Papua. Medan yang di lewati terbilang sulit.
" Geografisnya, cuacanya, ketinggian 3.000-4.000 mtr. di atas permukaan air laut layaknya kami menyaksikan dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 kilometer, itu ketinggian di atas 3.000 meter," kata Jokowi.
Medan susah selanjutnya tidak sanggup di lewati bersama kendaraan darat. Satu-satunya jalur adalah melalui udara.
" Membawa alat berat saja ke sana manfaatkan helikopter, mempunyai aspal terhitung manfaatkan helikopter," terang Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan kondisi alam dan juga aspek keamanan kerap jadi rintangan pembangunan. Tidak jarang pembangunan terpaksa dihentikan waktu waktu.
" Alamnya susah di tanah Papua, terhitung ada segi keamanan di titik-titik tertentu. Ini yang mengakibatkan kadangkala misalnya sebuah proyek itu kudu berhenti pernah misalnya, karena alat yang sangat susah dan kadangkala keamanan terhitung tetap kudu perhatian," ucap Jokowi.
Peristiwa pembunuhan 31 pegawai Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupatan Nduga, Papua udah diketahui Presiden Joko Widodo. Presiden mengaku pernah datang ke kawasan selanjutnya yang diakuinya masuk zona merah.
Presiden memastikan proyek pembangunan infrastruktur di Papua dapat dapat konsisten dilanjutkan paska penembakan dan pembunuhan 31 pekerja Istaka Karya tersebut.
" Kita tidak dapat was-was oleh hal-hal layaknya itu," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 4 Desember 2018.
Menurut Jokowi, Distrik Yigi yang pernah dia kunjungi disaat meninjau proyek pembangunan jalur Trans Papua memang terhitung zona berbahaya.
" Ini kejadian di Kabupaten Nduga, di kabupatan yang pernah memang warnanya merah. Saya pernah ke sana," kata Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi segera memerintahkan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian memastikan Info tersebut.
" Karena tetap simpang siur, di Nduga itu sinyal nggak ada. Jadi ini tetap dilakukan konfirmasi pernah ke sana apakah betul kejadiannya layaknya itu," kata Jokowi.
Diakui Jokowi pembangunan infrastruktur di Papua tidak mudah. Selain medan yang berat, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kerap mengganggu sistem pengerjaan proyek.
Meski begitu, pemerintah memastikan pembangunan selamanya berjalan. Bahkan sistem pembangunan dikawal oleh TNI-Polri.
Seperti diketahui, 31 pekerja Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Distrik Yigi tewas di tangan KKB sepanjang dua hari sejak Minggu, 2 Desember 2018. Mereka dibantai secara bergantian, bersama 24 orang pekerja tewas lebih dulu.
Delapan orang pekerja sempat melarikan diri dan bersembunyi di tempat tinggal keliru satu bagian DPRD. Tujuh orang tertangkap dan dibunuh, waktu satu lainnya belum ditemukan.
TNI menerjunkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 130 personil ke wilayah penembakan 31 pekerja selanjutnya pada Selasa pagi waktu setempat. Sayangnya, mereka terhalang akses jalur menuju lokasi.
Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, mengatakan wilayah penembakan sedikit susah dijangkau.
" Kalau dari Kabupaten Wamena, tetap kudu ke Distrik 2, itu tetap empat jam naik kendaraan," kata Dax.
Sedangkan dari distrik kedua menuju Yigi, terang Dax, perjalanan ditempuh melalui jalur darat. Bakal memakan waktu 2 jam bersama kendaraan, apalagi jalanan rusak.
" Informasi susah didapat, makanya kami kudu cek ke sana dan paling kami tunggu melalui radio. Tidak melalui ponsel karena sinyal nggak ada," ucap Dax. Pokermulia Poker online


Tidak ada komentar:
Posting Komentar