Merinding, Kisah Ibu Muda Positif Covid-19 di Saat Hamil Anak Pertama
Jika mengamati tulisan di fasilitas sosial, lumayan sering kami memandang para pasien yang terinfeksi virus Covid-19 maupun penyintas yang membagikan pengalaman mereka terpapar wabah tersebut.
Entah itu yang diceritakan oleh pasien sendiri atau dokter, tetapi yang pasti share berikut lumayan memicu orang yang membacanya kuatir dan seolah turut merasakan sakitnya tertular virus tersebut.
Baru-baru ini, unggahan seorang dokter Malaysia di kelompok Facebook Viral Media Johor tentang kisah pasiennya yang merupakan calon ibu berusia 20 tahun, amat membuka mata netizen tentang bahaya Covid-19.
" Rontgen paru-paru dan dada tidak benar satu pasien kami di ICU Covid-19. Pasien adalah ibu hamil berusia di atas 20 th. yang sedang mempunyai kandungan anak pertamanya," tulis dokter mengawali kisahnya.
Dia adalah wanita yang sehat tanpa penyakit apa pun. Usia kehamilan kira-kira 35 minggu. Pasien bekerja di kantor dan tidak mempunyai kontak bersama pasien Covid-19 mana pun.
Di malam yang dingin itu, pasien singgah ke tempat tinggal sakit di Lembah Klang bersama tanda-tanda demam, batuk, sesak napas, dan kekurangan oksigen dalam darah.
" Pasien segera dirawat di ICU untuk perawatan lebih lanjut dan hasil tes Covid-19 ternyata positif,” lanjut dokter.
Menurut dokter, keadaan ibu muda itu memburuk dan kritis. Dia mengalami sesak napas kronis dan penurunan persentase oksigen dalam darahnya.
Situasi berikut memaksa tim medis terhitung dokter kandungan, spesialis penyakit menular dan spesialis ICU untuk mendiskusikan pengobatan terbaik untuk menyelamatkan nyawa ibu muda dan bayinya.
Kondisi berikut dilaporkan kepada pasien dan suaminya. Pasien tahu bahwa kondisinya serius. Pasien diberi peluang berdoa dan membaca dzikir supaya dipermudah, sebelum diberi anestesi untuk dibius.
Kemudian tabung intubasi dimasukkan dan dia bernafas menggunakan ventilator karena oksigen dalam darahnya amat rendah.
“ Pasien kemudian merintis operasi caesar untuk mengeluarkan bayi supaya bayi safe dan keadaan pasien jadi lebih stabil,” kata dokter tersebut.
Ia menambahkan, setelah operasi caesar, pasien kembali dirawat di bangsal ICU dalam keadaan pasien tetap dibius dan bernapas menggunakan ventilator.
Bahkan, kata dokter, pasien terhitung diletakkan dalam posisi tengkurap untuk menopang paru-parunya, tak sekedar menambah persentase oksigen dalam darahnya.
Selama dirawat di ICU tertentu pasiennya Covid-19, tidak tersedia pengunjung dan anggota keluarga yang diizinkan untuk menjenguk.
" Akhirnya, setelah kira-kira dua bulan tinggal dan dirawat di ICU dan juga merintis perawatan fisioterapi untuk memperkuat paru-paru dan otot-otot tungkai, pasien dipulangkan. Dia pada akhirnya sanggup kembali ke tempat tinggal untuk bertemu bersama anak pertama dan suaminya. Syukur Ahamdulillah," kata dokter.
Pesan moral berasal dari kisahnya ini, Covid-19 bukan hanya demam biasa. Yang sehat atau mempunyai tanda-tanda mudah sanggup tertular Covid
Beberapa yang telah kena nyaris mati, beberapa apalagi meninggal dunia. Covid-19 tidak memandang apakah Anda tua atau muda. Pokermulia Poker online


Tidak ada komentar:
Posting Komentar