Nabung Duit Rp1 Miliar di Kaleng Susu, Saat Dicek Sudah Dimakan Rayap
Ada banyak barang yang digunakan oleh orang-orang untuk dijadikan menyimpan duwit di rumah. Ada yang manfaatkan celengan dari tanah liat, botol plastik, hingga galon air minum.
Ada juga yang manfaatkan kaleng bekas, entah itu bekas minuman atau biskuit. Namun, seluruh area menyimpan duwit di tempat tinggal itu belum pasti aman.
Dengarlah kisah dari Malaysia yang ditulis oleh laman World of Buzz berikut ini. Seorang warganet Facebook bercerita neneknya harus merelakan duwit 300 ribu ringgit, atau lebih kurang Rp1,04 miliar, yang disimpan di celengan dari kaleng bekas susu.
Dalam video yang diunggah di grup Penang Big News, warganet itu tunjukkan duwit yang jadi korban rayap. Dikatakan bahwa di celengan itu, terdapat duwit kertas nomimal 100 ringgit (Rp346.318).
“ Semua duwit kertas yang saya ambil ini bermasalah. Ini tersedia 10 ribu ringgit (Rp3,46 juta) di dalam satu bundel. Totalnya tersedia 23 bundel. Jadi, sepenuhnya tersedia 230 ribu ringgit (Rp796,53 juta),” kata warganet itu.
Namun, setelah dilihat-lihat, tersedia pecahan lebih kurang 15 ribu ringgit-20 ribu ringgit (Rp51,95 juta-Rp69,26 juta) per stack. Itu artinya, dala satu bundel tersedia 30 ribu ringgit-40 ringgit (Rp103,89 juta-Rp138,52 juta).
Masyarakat kerap manfaatkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk jalankan transaksi perbankan. Salah satunya untuk mengecek saldo rekening.
Namun siapa sangka, ternyata tersedia seorang nasabah mengecek saldo sebanyak ratusan kali di dalam sebulan.
Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja, mengatakan, tiap-tiap bulannya jumlah transaksi cek saldo tidaklah sedikit.
" Ada yang cek saldo sebulan hingga 780 kali," kata Jahja kepada Dream melalui pesan tertulisnya, Senin 2 Mei 2016.
Berdasar information BCA, kata dia, total transaksi berupa cek saldo di mesin ATM mencapai 35 juta kali. " Jumlah ini meningkatkan antrean (transaksi) di mesin ATM, tetapi mesin ATM-nya saat ini mahal," kata dia.
Menurut Jahja, banyaknya transaksi cek saldo di mesin ATM memberatkan ongkos operasional. Sehingga mendorong manajemen BCA untuk menerapkan kebijakan cek saldo berbayar.
Namun niat itu masih diurungkan. Bank swasta ini masih coba untuk mengajak penduduk untuk bertransaksi menggunkan electronic banking (e-banking).
" Sementara, kami belum membebankan ongkos dulu. Kami cobalah pernah mendidik masyarakat," kata dia.
Jahja mengatakan, BCA mendorong penduduk untuk manfaatkan e-banking, seperti mobile banking untuk transaksi perbankan, andaikata cek saldo.
" Kami dambakan melatih agar penduduk mampu memakai internet banking, m-banking, dan mobile banking, yang lebih efisien. Tapi, waktu kami cobalah didik pernah nasabah untuk studi teknologi yang mudah," ujar dia.
Tomedy Marbun (32), warga Pangkalan kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, kaget bukan kepalang. Ini lantaran menyaksikan rekening bank miliknya mendadak berisi hampir Rp100 triliun.
Awalnya pada Selasa lalu, ia punya niat menyetorkan duwit sebanyak Rp 250 ribu ke rekeningnya. Dia berkunjung ke Kantor Bank Mandiri yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), pas di samping Mapolsek Pangkalankerinci.
Namun lantaran antrean panjang di depan kasir, Tomedy mengurungkan niatnya dan menyambangi ATM bersama dengan sarana setoran tunai, di samping kantor bank.
Lima lembar duwit pecahan Rp 50 ribu dimasukan ke mesin. Setelah mesin berproses dan transaksi berhasil, kertas resi penyetoranpun keluar.
Seperti biasa, kertas itu dilipatnya jadi pembungkus ATM dan dimasukkan ke kantong kecil di dompetnya. Tanpa tersedia rasa curiga, pemuda lajang ini bergegas pulang ke rumah.
" Sampai di rumah, saya iseng-iseng menyaksikan struk (resi) dan saya kaget menyaksikan saldo terakhirnya. Kalau boleh jujur, duwit saya barangkali tak hingga Rp 500 ribu di dalamnya," kata Tomedy dilansir Dream dari laman Potretnews.com, Jumat 11 Maret 2016.
Padahal saldo yang tertera hampir Rp 1 miliar atau mencapai Rp 999.964.882,-. Belum yakin bersama dengan angka yang tertera di kertas resi, ia coba jalankan transaksi pengecekan saldo terakhir, melalui sarana SMS Banking.
Rasa herannya makin lama menjadi-jadi dan isinya meledak hampir mencapai Rp 100 triliun atau lebih kurang Rp 99.999.999.648.821,-.
Janggal bersama dengan isi rekening yang batas maksimal penarikan hanya Rp 5 juta itu, Tomedy kembali berkunjung ke Kantor Bank Mandiri meski jam pelayanan hampir ditutup.
Setelah menceritakan seluruh kejadian kepada costumer pelayanan (CS), pegawai bank itu heran dan penasaran. Petugas CS itu pun berkonsultasi bersama dengan pimpinan mengenai transaksi janggal itu.
" Katanya baru kali ini berjalan seperti itu. Mereka juga tidak mengetahui bagaimana itu mampu berjalan dan dari mana asal uangnya. Sementara saya diminta menunggu, hingga saat ini belum tersedia kabarnya," imbuh Tomedy.
Ia masih menyimpan kertas resi transaksi setor tunai mencapai Rp 999 juta lebih dan SMS Banking yang hampir Rp 100 triliun yang dikirim dari nomor 3355 yang merupakan nomor sarana SMS Banking Bank Mandiri.
" Untuk sementara, katanya rekening saya diblokir dulu. Mereka juga tidak mengetahui kok mampu berjalan seperti itu," ujar Tomedy.
Kejadian keliru transfer kerap kali dialami petugas bank. Nasabah yang terima transfer yang biasanya di dalam jumlah besar sudah pasti merasa mendapat durian runtuh.Namun apa jadinya terkecuali pihak bank meminta duwit dikembalikan dan menuntutnya di wajah hukum.
Kasus inilah yang menimpa seorang nasabah pria di Afrika Selatan. Nasabah yang tak disebutkan namanya ini terima durian runtuh setelah rekening tabungannya jadi tambun usai mendapat kiriman 500 ribu rand (sekitar Rp 500 juta). Uang ini diperoleh akibat dari kesalahan yang dibuat pengirimnya.
Jumat, 13 Februari 2015, petigas yang jalankan kesalahan tranfer lantas meminta bantuan pengadilan untuk memperoleh uangnya kembali.
Michael Mochudi, Managing Director di Motsi Civils and Plant Hire di Welkom, diketahui tidak berikan koma di area yang benar. Alhasil duwit ratusan juta itupun terlanjur ditransfer ke rekening yang salah.
Tak mau mengakibatkan kasus besar, Michael menghubungi penerima yang terkejut rekeningnya jadi tambah 500 ribu rand. Namun Michael justru mendapat reaksi mengejutkan. Nasabah pria itu menolak menyerah kembali duwit Michael.
Ia berdalih sudah menyerahkan 400 ribu rand kepada istrinya yang sudah menggunakan 260 ribu rand untuk investasi.
Michael meminta pengadilan untuk membekukan rekening pria berikut agar mereka tidak mampu menggunakan duwit sisanya.
Namun hingga kini, pengadilan belum mengambil keputusan apakah terima atau menolak permintaan Michael.
Seorang bocah di Taiwan bikin heboh jagad sosmed dikarenakan bersama dengan tidak sengaja terpeleset hingga sebabkan lubang di lukisan yang bersenilai 1,5 juta dollar Amerika atau lebih kurang 21 miliar rupiah.
Dalam rekaman CCTV nya Bocah 12 tahun ini kehilangan keseimbangan waktu berjalan selanjutnya tersandung tali pembatas dan menyebabkan kerusakan lukisan bunga karya Paolo Porporaabad yang dibuat pada abad ke-17 yang sedang dipamerkan di dalam acara Leonardo da Vinci di Huashan 1914 Creative Park di Taipei.
Andrea Rossi kurator pameran, menyebutkan anak itu kelihatan gugup dan meminta agar dia tidak disalahkan atas kerusakan. Ia juga meminta keluarganya tidak diminta untuk membayar ongkos rubah rugi.
Berikut video rekaman CCTV sistem rusaknya lukisan mahal oleh seorang bocah yang di unggah account PopularStories di web berbagi video youtube. (sumber youtube : PopularStories)
Ini barangkali pengalaman yang tak pernah mau dirasakan pengguna mesi Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Berniat menyita uang, seorang nasabah justru memperoleh kejutan tak terkira.
Dari di dalam mesin ATM, seorang nasabah di Arab Saudi justru mendapati seekor ular. Hewan melata itu kelihatan keluar keluar dari area masuknya kartu ATM.
Mengutip harian lokal Saudi, Sabq, nasabah yang terkejut berikut diketahui sedang menyita duwit melalui mesin ATM di kawasan kota Adham.
Dilaporkan di pria yang ta disebutkan namanya berikut baru saja memasukan kartu ATM ke di dalam mesin tersebut. Alangkah terkejutnya, sambil menanti duwit keluar dari mesin, justru seekor ular keluar dari slot mesin.
" Bukannya uang, seekor ular merayap keluar dari mesin," ujar harian berbahas Inggris tersebut.
Kepanikan pun melanda si pria yang berprofesi sebagai guru. Namun dia berhasil menanggulangi kepanikan dan sempat menyita foto ular tersebut.
Si nasabah selanjutnya mengirimkan foto berikut ke aparat keamanan setempat.
Jika perihal ini berjalan pada Anda, masihkah sempat menyita duwit dan memotret ular itu?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar